Baju Batik dan Rasa Nasionalisme yang Ditimbulkan



Rasa nasionalisme dapat dikatakan sebagai rasa bangga, mengagungkan dan mencintai kebangsaan kita yang dapat diwujudkan dalam berbagai perilaku. Jika pada saat jaman penjajahan dahulu, rasa nasionalisme dapat dilihat dari kegigihan para pejuang dalam merebut kemerdekaan, maka di jaman sekarang ini rasa nasionalisme dapat diwujudkan dengan cara mengisi kemerdekaan tersebut. Isian di masa kemerdekaan diharapkan tidak membuat bangsa kita menjadi semakin jauh dari tujuan atau cita-cita awal bangsa. Salah satu yang dapat kita semua lakukan adalah dengan mencintai tradisi, ciri khas, produk dan sumber daya asli Indonesia. Seperti yang kita ketahui, salah satu produk yang mencirikan bangsa Indonesia karena sering digunakan dalam berbagai tradisi adalah baju batik.



baju batik


Batik sendiri adalah metode pemberian motif dan warna kain menggunakan sarana cangklung dan warna. Pembuatan batik menjadi tradisi bangsa Indonesia secara turun temurun. Di setiap wilayah memiliki motif batik khas wilayah masing-masing hingga dapat mencirikan asal daerah penggunanya, seperti:

•    Motif batik Sekar jagad dari Yogyakarta.
•    Motif batik Sidomukti dari Magetan.
•    Motif batik Flora Fauna dari Jepara.
•    Motif batik Sogan dari Solo.
•    Motif batik Tasik dari Sunda.
•    Motif batik Mega Mendung dari Cirebon.

Selain dari pulau Jawa, setiap daerah di pulau-pulau lain juga memiliki kain tradisional sendiri-sendiri yang biasanya digunakan untuk membuat baju adat atau baju resmi. Namun memang batik menjadi salah satu icon Indonesia yang paling mendunia karena telah dipatenkan hak ciptanya secara internasional. Penggunaan batik di dalam negeri telah banyak dijadikan peraturan wajib yang harus diikuti. Namun selain karena adanya peraturan tersebut, memakai batik yang merupakan kain tradisional asli bangsa kita juga menjadi cermin bahwa kita mencintai budaya negeri.

Dengan bangga menggunakan kain batik, kita bukan hanya dapat mempopulerkan batik di kalangan lain maupun internasional, namun juga dapat mencegah budaya asing menguasai negeri ini. Rasa nasionalisme juga dapat di pupuk sejak kecil dengan memperkenalkan cara-cara membatik meski dengan alat tiruan. Apalagi saat ini batik telah banyak diadaptasi menjadi berbagai model busana baik formal, casual hingga aksesoris pakaian.

Dengan menggunakan baju batik , baik di kehidupan sehari-hari maupun sebagai bentuk ketaatan terhadap peraturan, kita dapat membantu seniman batik untuk terus memproduksi batik-batik berkualitas. Begitu juga dengan penggunaan kain-kain tradisional dari berbagai wilayah lain di Indonesia seperti ulos, tenun ikat, songket, tapis dan sebagainya. Dengan bangga memakai kain, produk dan buatan tangan asli Indonesia oleh warga Indonesia sendiri diharapkan dapat semakin meningkatkan rasa nasionalisme, kebersamaan, dan saling memiliki sehingga bangsa kita menjadi bangsa yang besar serta kuat terhadap ancaman berupa masuknya budaya luar yang tidak sesuai dengan jati diri bangsa.





Cicipi Kopi dari Pertanian Lereng Gunung Slamet, Kopi Gunungsari, 100% Kopi Bubuk Murni diolah secara tradisional dari biji kopi pilihan untuk menciptakan rasa kopi yang lebih alami pesan sekarang klik disini Kopi bubuk Murni Gunungsari Harga 25ribu Pemesanan Kopi Gunungsari Telp/sms : 0896 7299 7768 WA : 0856 4093 0969

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Baju Batik dan Rasa Nasionalisme yang Ditimbulkan

0 komentar:

Post a Comment

loading...