Skip to main content

follow us

Mengapa kita harus peduli untuk melestarikan dan menanam pohon

Semoga setelah tahu kita akan peduli, mungkin itu yang sedang saya rasakan begitu mendegarkan salah satu peserta rapat berbicara tentang dampak kekeringan yang beranggapan disebabkan pepohonan dihutan sudah rusak, sehingga terjadilah bencana kekeringan kekurangan air bersih.

Dapat saya menceritakannya, ketika kumpul diforum membahas sebuah dampak kekeringan dan antisipasinya, jadi disuatu wilayah tidak saya sebutkan wilayahnya, maksud saya agar bisa lebih luas, agar lebih fokus maksud dan tujuan postingan ini yaitu melestarikan menanam pohon dan dengan dampak yang sudah terjadi tidak menyalahkan satu sama lain, tapi fokusnya mari sadar bersama pentingnya melestarikan dan menanam pohon.

Kembali ke pembahasan disuatu wilayah dataran pegunungan tiap tahunnya pada musim kemarau terjadi kekeringan dan kekurangan air bersih, sehingga pemerintah dan lembaga sosial swasta lainnya, berupaya membantu mencukupi kebutuhan air diwilayah tersebut dengan droping air bersih.

Dalam kegiatan droping air bersih itu tentu saja ada evaluasi apakah tidak ada cara lain apakah memang tidak ada jalan lain tiap tahun harus melakukan droping air bersih, jadi yang dimaksudkan adalah cara permanen, tidak ada masalah yang sama disetiap tahunnya, ada upaya yang berbeda menangani masalah yang sama.

Tapi kenyataannya memang sampai sekarang ini belum ada solusi untuk itu, sudah melakukan rapat khusus membahas itu, bahkan sudah dilakukan pengeboran airnya tidak keluar, untuk sumber mata airnya juga tidak ada.

Ada salah satu perserta yang mengangkat tangan dan saya perhatikan dengan serius, dan ini menjadi pengetahuan baru sekaligus menyadarkan dan menjawab sebuah pertanyaan Mengapa kita harus peduli untuk melestarikan dan menanam pohon.

Peserta ini adalah salah satu warga diwilayah yang terdampak kekeringan yang tiap tahunnya merasakan kekurangan air bersih di musim kemarau, mengungkapkan kalau kekeringan ini terjadi dirasakan sejak tahun 1995 jadi sebelumnya tidak merasakan dampak musim kemarau kekurangan air bersih, berpendapat bahwa penyebabnya adalah pepohonan hutan wilayah itu sudah rusak ditebangi, dan menjadi pepohonan pendek-pendek dan tentunya daya resapan air hujan berkurang, arah kesimpulannya hutan yang berfungsi sebagai resapan air itu sudah gundul banyak yang ditebangi, kemudian berdampak pada kebutuhan air diwilayah itu.

Dampak kekurangan air bersih untuk kebutuhan warga ini juga sangat memprihatinkan, sampai ada yang menjual kambingnya demi untuk tercukupinya kebutuhan air.

Dalam pemahaman saya dari apa yang diungkapkan orang tersebut adalah bab sebab akibat, yaitu pepohonan ditebang, ekosistem tidak berimbang, terjadilah dampaknya yaitu bencana kekeringan,  dari ungkapan itu saya menyimpulkan solusinya dari terjadinya bencana kekeringan kekurangan air adalah secara tidak langsung adalah memperbaiki ekosistem fungsi hutan diwilayah itu untuk gerakan sadar menanam pohon dan melestarikannya.

Dalam hati saya, bahaya juga ya akibat sembarangan menebang pohon dihutan harus dengan perhitungan dan resiko dampaknya, dari pertemuan ini menjadi pembelajaran saya, mendapat pengetahuan baru, mengerti dan paham arti pentingnya menjaga alam dengan peduli untuk melestarikan dan menanam pohon.

Maka dari itu, hasil kemarin ikut pertemuan, coba saya tulis pada postingan ini mudah-mudahan dapat dipahami.

Setelah selesai pertemuan masih sempat dipikiran saya, mencari kebenaran kemudian mengaitkan keseharian saya yang juga menanam tanaman disekitar rumah, apa yang saya rasakan suhu udaranya berbeda jika dibandingkan tidak ada tanaman disekitar rumah, udara terasa panas.

Kemudian saya pun berhalusinasi, dilingkup kecil yaitu dirumah, tidak ada tanaman, kemarau panas menyengat, karena panas menyerap air, otomatis tanah pun menjadi gersang, udara terasa panas, lingkungan tidak nyaman, benda barang menjadi kering dan rawan terbakar.

Bagaimana jika dilingkup besar dilahan berhektar-hektar, dampaknya pastinya cukup besar dan dalam waktu bertahun-tahun.

Meskipun kita sudah tahu solusinya yaitu mengembalikan fungsi hutan tersebut, butuh waktu Kita bisa memperhatikan menanam pohon tidak satu tahun dua tahun tumbuh menjadi besar, butuh waktu bertahun-tahun.

Sehingga proses pemulihan warga yang berdomisili diwilayah yang terdampak, tidak bisa diatasi dengan cepat, mau tidak mau harus merasakan dampak kekurangan air bersih, merasakan air dari bantuan sejak tahun 1995 sampai sekarang.

Kesimpulan

Dari cerita diatas, dapat saya membuat kesimpulan pembelajaran

Alasan mengapa kita harus menanam pohon untuk menjaga keseimbangan alam, pohon mempunyai fungsi dan bermanfaat bagi lingkungan, ketika pohon tidak tebang tidak ada penopang, berpengaruh pada kondisi struktur tanah dan fungsi resapan, jika ini dibiarkan tidak ada perhatian dialam luas dampaknya kekeringan, longsor dan kebakaran.

Maka dari itu saya jadi tahu mengapa kita harus menanam kembali setelah menebang pohon, bahkan sebelum ditebang sudah menanam untuk memback up fungsi dari pohon tersebut tetap berimbang.

Semoga artikel menanam pohon ini bermanfaat, dan bantu share ya.

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui. Untuk DONASI Klik disini
Buka Komentar