--> Skip to main content

follow us

Pengalaman Donor Darah Saat Puasa Ramadhan di siang hari

Masih setopik dengan postingan sebelumnya Wawancara Petugas PMI "Ketika Sedang Butuh Darah Untuk Pasien" kali ini sharing pengalaman donor darah saat puasa ramadhan.

Saya sendiri donor darah saat puasa ramadhan disiang hari yang pertama kali dilakukan, sebelumnya pernah dilakukan tapi malam hari, karena ada rasa bayang-bayang nanti berpengaruh puasanya atau tidak.

Pertanyaannya bagaimana rasanya donor darah siang hari saat puasa ramadhan ?

Sebenarnya niatnya ingin donor malam hari, setelah berbuka, tetapi kalau sudah dirumah malas keluar rumah lagi, saya rutin mendonorkan darahnya 3 bulan sekali, ini sudah waktunya akhirnya ya sudahlah biar tahu merasakan langsung seperti apa donor darah diwaktu siang hari saat melaksanakan puasa ramadhan.

Setelah dicek tekanan darah dan HBnya normal semua, diambilah darahnya, yang terasa ya sakit ditusuk jarum, hanya hitungan detik saja, darah mengalir kekantong tidak dirasakan, saat melepas jarum juga tidak sakit.

Kalau hari biasa, pendonor dipersilakan duduk istirahat dulu dan disediakan susu hangat, kali ini tidak karena sedang berpuasa, terus apa yang dirasakan, ternyata tidak ada bedanya dan terasa ringan juga kalau sudah waktunya donor terus didonorkan, rasa sakit jarum suntik tak ingat lagi, yang ada perasaan bahagia bisa berbagi dengan donor darah.

Berbagi lewat donor darah bagi saya hal yang membanggakan, karena seringkali kalau kita beramal materi ini seringkali fokusnya ini besarnya bantuan.

Sedang berdonor darah ini tak ternilai, orang rela sakit ditusuk jarum, darahnya disedot, dan jelas untuk orang yang berbaring dirumah sakit yang benar-benar membutuhkan, tidak mengenal untuk siapa darahnya.

Darah ini tidak ada pabriknya, hanya orang-orang yang terpanggil hatinya untuk mendonorkan darahnya, suntikan jarumnya berlalu begitu saja menjadi rasa hati yang berbahagia.

Tanggapan Donor Darah Saat Puasa Ramadhan


Saat ramadhan ini karena faktor sedang berpuasa terkadang orang ragu untuk mendonorkan darahnya, dengan adanya pandangan ini, stok darah di PMI pun menjadi turun drastis, maka dari itulah saya tulis pengalaman donor darah saat puasa ramadhan, harapannya para pendonor tidak ragu lagi untuk mendonorkan darahnya.

Kondisi lemas saat puasa itu pasti, maka dari itu saya donor pukul 09.00 wib energi masih fit, efek dari makan sahur, setelah donor saya masih aktivitas ada dua acara, rasanya seperti biasa umumnya orang berpuasa.

Jadi saya mengajak "ayok donor darah" amankan stok darah di PMI, tak terbayangkan seperti apa, jika ada pasien yang sedang butuh transfusi darah, tetapi darahnya sedang kosong, butuh penanganan cepat, karena darahnya tidak tersedia, dengan kepanikan mencari pendonor yang sukarela mendonorkan darahnya.

Kesimpulan

Pengalaman Donor Darah Saat Puasa Ramadhan di siang hari apa yang saya rasakan biasa saja seperti donor darah sebelumnya, hanya saja kalau selesai donor bisa minum susu hangat karena sedang berpuasa tidak ada menu susu hangat, menu donornya dibawa pulang.

Mungkin tipsnya dari saya donor darah di bulan ramadhan lakukan di pertengahan bulan atau hari ke-15, menurut saya kondisi tubuh sudah penyesuaian, sehingga ketika diambil darahnya tetap stabil tubuhnya.

Lakukan di pagi hari, karena sudah dibekali makan sahur, tubuh masih fit, jika anda ragu donor darah di siang hari, lakukan malam hari, biasanya ramadhan seperti ini pelayanan sampai malam dilakukan oleh PMI guna bisa mencukupi keetersediaan darah di wilayahnya..

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar

Blog Archive