Skip to main content

follow us

Horor Tapi Menjadi Hiburan Bagi Remaja

Didekati ananda, "pak jalan pemuda dimana ya?" masih bertanya-tanya ada maksud apa tiba-tiba tanya jalan, lanjut ananda menunjukkan brosur wahana hiburan rumah hantu, lalu memintanya untuk mengantar menontonya, dan tenyata sudah janjian dengan temannya untuk menonton wahana dunia lain, horor justru jadi hiburan bagi remaja sekarang ini.

Okelah saya penuhi permintaannya, saya antar ke tempat dan ternyata luar biasa, penontonya cukup banyak para remaja kisaran usia 10 tahun sampai 15 tahun.

Panitia membuat aturan tiket Rp.10.000 per orang, masuk kerumah hantunya diatur 10 orang, sehingga didepan rumah hantu terpantau membuat barisan dengan tiap barisan 10 orang, saya hitung ada 12 baris, bergantian yang masuk, jadi antrinya cukup panjang juga menunggu giliran masuk.

Tidak ikut masuk, saya hanya memperhatikan saja dari luar, dipintu keluar terlihat penonton yang biasa saja, ada yang terlihat gugup ketakutan, berlarian.

Pandangan saya dari sisi ekonomi, cukup bagus juga dengan sasaran remaja, dengan mudahnya menerima pendapatan dari menyelenggarakan wahana hiburan honor seperti ini.

Perkiraan dalam 3 jam bisa masuk 120  orang x 10 ribu = Rp. 1.200.000, lumayan kan ya.

Dari ulasan ini mungkin bisa menginspirasi usaha dengan target sasaran remaja, metode promosinya pun mudah dengan media brosur dibagikan disekolah-sekolah saat pulang sekolah.

Itulah sekedar sharing perjalanan blogger, inti dari ulasan ini adalah :
1.  Menggambarkan wahana honor menjadi hiburan para remaja.
2.  Antusias penonton yaitu para remaja, menjadi ladang potensial dalam berwirausaha / usaha kreatif.

Semoga bermanfaat, simak juga kali ini perjalanan blogger berikutnya adalah terpinspirasi dari apa yang dilihat, simak pada postingan sebelumnya Mekar Bunga Mawar Tanah yang Menginspirasi

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar

Blog Archive