Kecemasan berdampak Menggemaskan

Ada apa lagi gus ? Kecemasan berdampak Menggemaskan ada-ada saja !!!

Masih mengait informasi yang menggegerkan dunia yaitu Covid-19 orang lebih sering menyebutnya corona.

Dampak virus corona membuat sebagian besar orang menjadi "cemas"


Dampak virus ini membuat sebagian besar orang cemas, nah disini menurut sudut pandang saya, sebagian besar sudah terkena virus, hanya saja saya bagi dalam dua yaitu pertama terkena fisiknya dan kedua yang terkena psikologinya.

Lebih banyak yang terkena psikologinya yaitu orang-orang menjadi cemas, disinilah yang saya maksudkan sesuai judul diatas yaitu kecemasan berdampak menggemaskan.

Bagaimana tidak menggemaskan, barang kebutuhan alat pencegahan mendadak langka dan kalau pun ada harganya naik tak wajar.

Barang tersebut antara lain, masker, hand sanitizer, puyeng dibuatnya, kesana kemari kosong, saya temui ada pegawai toko jual alat kesehatan, sampai jenuh menjawab pertanyaan orang, akhirnya orang ini menulis status di whatsappnya, "orangnya malam mingguan, jangan tanya langsung ke toko saja, stok terbatas" bahkan ada yang sampai tertipu, baca selangkapnya disini Pembelajaran dari Tertipu Beli Masker Via Online

Tidak hanya itu, kalau masker dan handsanitizer di pakai per individu, wajar habis penduduk Indonesia banyak, ini dipakai untuk lembaga, yaitu temperatur tembak, biasanya dilembaga perusahaan ada pertemuan mengumpulkan orang menggunakan alat tembak temperatur ini.

Apakah mudah mendapatkan temperatur tembak ?
Dari jaringan yang saya kenal Kosong semua, bahkan pada saat ada rapat koordinasi online yang saya ikuti, rata-rata kesulitan mendapatkan alat temperatur tembak.

Temperatur tembak carinya dimana ?
Karena ditoko-toko sudah jelas langka, dari pada cape yang tidak jelas, saya berpikir langsung ke salesnya atau distributornya, dan benar ada informasi temperatur tembak dengan harga 5 juta, antara terkejut dan menggemaskan, karena sebelumnya beli harga 1,6 juta, dijawab lagi oleh saudara saya "kalau dirinya pernah beli belum ada satu tahun temperatur tembak dengan harga Rp. 300.000,- selisih 4.700.000 kalau dibandingkan harga sekarang, bagaimana menggemaskan kan ya.

Jadi mencari temperatur tembak, bisa dicoba cari di sales biasanya keliling menawarkan ke  klinik, pondok bersalin, coba cari informasi melalui pemilik klinik, pondok bersalin, atau bisa juga kepala puskesmas.

Tidak hanya sampai disitu, kegemasan lain pun muncul, marak berita di TV youtube media sosial, tentang penyemprotan disinfektan, menambah kecemasan lagi, kalau belum disemprot merasa cemas, akhirnya lembaga sosial diserbu masyarakat mengajukan penyemprotan disinfektan.

Belum lagi cerita-cerita lainnya seperti, penjaja makanan, kantin sekolah, yang siswanya diliburkan selama 2 minggu, harus memutar otaknya agar dapur tetap ngebul.

Kemudian Toko online yang target sasaran siswa sekolah misal toko online jual atribut perlengkapan PMR karena eskul PMR sekolah diliburkan, juga ikut-ikutan down, memperhatikan sikon memutar otak, sebagai internet marketer tetap punya alternatif beralih jualan toko onlinenya menjadi jualan produk kopi bubuk murni asli daerahnya.

Dan cukup menjenuhkan kalau mendengarkan cerita-cerita kecemasan akibat virus corona ini.

Lha terus bagaimana gus ? bukankah itu bagus cemas karena untuk tindak pencegahan covid-19.


Sesuatu yang berlebihan menjadi tidak baik, bijaknya seperti itu kalau ga salah saya pernah mendengarnya. Begitu juga kecemasan yang berlebihan ini menjadi berdampak buruk.

Lalu harus bagaimana ?
Pemerintah sering mensosialisasikan "jangan cemas tapi tetap waspada, jaga pola hidup bersih dan pola makan sehat, sepertinya semua sudah tahu jawabannya tinggal melaksanakannya. Kemudian dari kementerian kesehatan dan PMI juga sering publikasi dimedia sosial tentang KIE (Komunikasi Informasi dan Eduasi) seputar Virus Corona.

Pantau perkembangan virus corona di informasi resmi pemerintah, berikut link-linknya

Sumber Hasil Copas mulai dari sini
Saudara sekalian, mulai sekarang jangan hiraukan informasi mengenai Covid-19 yang berseliweran di grup WA, atau broadcast WA, atau media sosial lainnya.
Pantau info Covid-19 di situs resmi yang bisa dipertanggungjawabkan.


1. Nasional https://www.covid19.go.id/
2. Jawa barat https://pikobar.jabarprov.go.id/
3. DKI Jakarta https://corona.jakarta.go.id/
4. DIY https://corona.jogjaprov.go.id/
5. Jawa Tengah https://corona.jatengprov.go.id/
6. Kota Bogor https://covid19.kotabogor.go.id

STOP sebarkan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan!

Copas Sampai disini

Kesimpulan

1. Kecemasan memberikan dampak pada langkanya barang-barang yang sedang dibutuhkan seperti masker, handsanitizer.

2. Cek didaerahmu sudah berapa ODP, PDP dan Covid-19, kalau saya sendiri setelah mengetahui didaerah saya masih zona hijau, belum ada PDP, kecemasan menjadi menurun, namun demikian tetap mengikuti himbauan pemerintah setempat.
Support Blog ini dengan berkunjung dan berbelanja online di situs www.lapakdigital.web.id klik disini Informasi Produk Digital, produk rumahan, peluang usaha online

Baca Juga

Comments

Popular posts from this blog

Daftar Catatan Barang Lengkap Warung Sembako

Contoh Peraturan Tata Tertib Karyawan

7 Alasan Kenapa Lebih Memilih Eskul PMR (Palang Merah Remaja)

Wawancara Dengan 3 Pasien covid yang sudah Sembuh

6 Nama Dokter Kandungan di Pemalang dan Jadwal Prakteknya